Senin, 22 Juni 2015

Mahasiswa Papua Di Sulut Mengikuti Pelatihan Jurnalistik




Tomohon- Ikatan Papua- Mahasiswa Papua Se-Sulut mengadakan pelatihan jurnalistik dan peluncuran Komunitas “IKATAN PAPUA” di Aula asrama Kamasan VIII Tomohon, Kelurahan Talete II, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon. 19/6/2015.
Kegiatan ini adalah upaya untuk memperherat solidaritas Papua”, ungkap Yemto Tabo, Ketua Ikatan Mahasiswa Papua di Sulawesi Utara.

Kegiatan yang dihadiri oleh tujuh puluh satu peserta dari pelajar, mahasiswa, pemuda dan masyarakat Papua ini mendapat materi tentang dasar-dasar jurnalistik dan strategi membangun kampanye yang terjangkau dari aktivis hak asasi manusia dan pembuat film Papua, Wensi Fatubun.

Para peserta duduk melingkar. Suasana penuh persaudaraan bag keluarga yang berkumpul dan duduk di dalam Honai ketika Wensi Fatubun menjelaskan tentang sepuluh elemen dasar jurnalisme dengan merujuk pada gagasan dasar dari Bill Kovach, wartawan The New York Times dan kurator Nieman Foundation di Universitas Harvard bersama Tom Rosenstiel, wartawan The Los Angeles Times yang selama tiga tahun melakukan wawancara 1,200 wartawan dan 300 lagi dalam fora. “Verifikasi adalah salah satu hal penting ketika kita semua bikin berita. Banyak wartawan gagal menjadi wartawan, karena mereka tidak menjalankan prinsip verifikasi”, ungkap Wensi Fatubun ketika presentasi.

Ketika Media Suarapasema.blogspot.com, wawancara dengan salah satu peserta Yotam Balingga mengatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk pelajar, mahasiswa, pemuda dan masyarakat Papua di Sulawesi Utara. “ Kami sangat bangga dan senang mengikuti kegiatan ini. Materi dan pelatihan Seperti ini kami belum pernah dapat. Puji Tuhan atas baik hati tanpa kami berikan upah apapun tetapi kaka Kami bisa berikan pelatihan kepada kami”, ungkapnya.

Setelah presentasi dari Wensi Fatubun dan sesi diskusi, para peserta kemudian merumuskan rencana tindak lanjut. Selain, memiliki komitment untuk terus mengelolah beberapa blog, channel YouTube dan media sosial, para peserta sepakat untuk menghidupkan satu gerakan solidaritas untuk membangun ingatan kolektif Papua. Perjuangan rakyat Papua untuk kebenaran, keadilan dan martabat bangsa Papua dapat terwujud jika orang Papua punya ingatan kolektif Papua. (Suara Pasema)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar