Rabu, 18 November 2015

Aksi Damai Tapol Papua Di Bubarkan Paksa Dan 11 Orang Di Tangkap Di Wamena

Saat Aksi Damai Tapol Papua di Wamena Papua



Wamena-suarapasema.blogspot.com- Aksi demo damai tapol papua dibubarkan paksa aparat kepolisian dan 11 orang ditangkap di wamena pada 16 November 2015.

Aksi demo damai yang dikordinir oleh Tahanan politik Papua ( TAPOL) untuk menutut pemerintah agar segera klarifikasi bantuan pemerintah kepada tahanan politik di Papua dibubarkan secara paksa oleh aparat kepolisian kolonial Indonesia dengan menangkap sejumlah aktivis secara sewenang-wenangnya. 

Aksi damai tapol di wamena tersebut dibolokade oleh aparat kepolisian dengan kekuatan penuh di berbagai-titik kumpul masa aksi . Sejak tadi pagi pada pukul 08.00 WPB aparat kepolisian memblokade titik kumpul masa aksi masing-masing Sinakma Woma, Pasar baru, Sinakma dan di hom-hom.

Aparat kepolisian bukan hanya memblokade masa aksi lalu di bubarkan secara paksa dan melakukan penangkapan terhadap sejumlah aktivis yang di tempatkan sebagai kordinator lapangan titik kumpul.
Dalam pembubaran paksa terhadap demo damai tapol tersebut Linus Hiluka Penanggung jawab umum serta bersama 10 orang lainya ditangkap dan disiksa oleh kepolisian dan telah dikabarkan bahwa sementara masih tahanan di polres Jayawijaya-Wamena.

Berikut ini nama-nama 10 aktivis Papua merdeka dan 1 aktivis tapol Papua Merdeka yang ditangkap kepolisian tersebut antara lain: 1. Lekias Meaga; 2. Emanuel Wuka; 3. Alminus wuka; 4. Anius Hilapok 5. Stef kalolik 6. Denius hilapok 7. Dani hiluka; 8. Domy Meaga, merupakan Kordianator Lapangan Umum; 9. Bpk Linus Hiluka, penanggung jawab aksi; dan 2 Orang belum di ketahui nama, Jumlah 11 orang.

Aktvis tapol yang ditangkap kepolisian tersebut masih ditahan di polres jayawijaya wamen Aksi demo damai Tapol papua diadakan untuk menuntut Klarifikasi bantuan pemerintah Negara Republik Indonesia terhadap tapol papua yang di tangkap pada 10 Mey Lalu Oleh Presiden Joko Widodo, yang selama dikampanyekan oleh pemerintah maka Tapol papua yang dikordinir penanggung jawab Linus Heluka, namun aksi damai tersebut dapat dibubarkan paksa oleh kepolisian Indonesia. (Papuani).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar