Rabu, 15 Juli 2015

11 Warga Lanny Jaya Di West Papua Tewas Akibat Hujan Salju

Salju menutupi di Puncak Jayawijaya (Istimewa)

Jayapura-ikatanpapua.blogspot.com- Sebanyak 11 orang meninggal dunia akibat hujan salju yang menghantam tiga distrik di Kabupaten Lanny Jaya, Papua, pada 3-5 Juli silam.
"Kabar ini baru dilaporkan warga tanggal 14 Juli kepada Pemda setempat," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Patrige, saat dikonfirmasi SP, Selasa (14/7) sore.
Hujan salju terjadi pada delapan kampung di Kuyawage, tujuh kampung di Distrik Goa Baliem, dan 11 kampung di Distrik Wano Barat.
Khusus di Distrik Wano Barat, 11 korban tidak terselamatkan lagi karena mereka mengalami kelaparan dan diare. 
Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Yotje Mende mengatakan, tim khusus yang dikirim untuk membantu evakuasi berjumlah 39 orang, dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten setempat dalam melakukan evakuasi.
“Korban yang meninggal dunia adalah Deariban Tabuni, Lakinus Talenggen, Tedani Wenda, Iti Talenggen, Yondius Wenda, Merius Murib, Nurik Wenda, Wenus Telenggen, Emison Murib, Alin Talenggen, Nengembara Talenggen. Semua korban sudah dievakuasi. Jumlah babi yang mati 25 ekor, dan ada tiga lahan kebun yang ditumbui umbi – umbian rusak,” kata Totje, pada Rabu (15/7/2015) lalu.
Rapat mendadak yang dipimpin Sekda Lanny Jaya, Kristian Soulait, beserta instansi terkait akhirnya memutuskan untuk menyiapkan bahan makanan, obat-obatan dan tenaga medis.
Selain itu, pemerintah kabupaten juga akan memesan pesawat dengan 11 kali penerbangan untuk mengangkut bahan makanan dan obat-obatan ke distrik yang mengalami musibah.
Seorang PNS Kabupaten Lany Jaya membenarkan adanya rapat soal bencana ini di Tiom, ibu Kota Lanny Jaya.
Hujan es melanda Kabupaten Puncak, khususnya Distrik Agandugema, dari tanggal 9 Juli hingga 12 Juli. Kejadian itu membuat masyarakat menyerah dan mengakibatkan lahan pertanian rusak parah dan tak bisa bercocok tanam.
Cuaca alam yang ekstrem hingga membuat membuat kurang lebih 10.000 jiwa kelaparan, yang saat ini masih membutuhkan suplai makanan. (Suara Pasema).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar