Selasa, 28 Juli 2015

Dimanakah Keadilan Negara ini, Apakah Hukum hanya Berlaku Bagi Orang Lain

Saat Kapolda Berkunjung Di Asrama Jayawijaya..


Manado-Suarapasema.blogspot.com- Mahasiswa Papua di sulawesi utara bertemu langsung dengan Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung, SH, meminta Keadian. Di asrama Mahasiswa Jayawijaya di Batu Kota. Menyampaikan Semua isi hati, pesan mahasiswa Papua dan mewakili Orang Tua Mahasiswa Papua di sulawesi Utara disampaikan, denagn harapan agar pelaku segera mengungkap bisa ditangkap untuk memberikan hukuman sesuai perbuatannya.
Seperti Yang disampaikan Oleh Menas W, Mewakili Ikatan Mahasiswa Indonesia Papua (IMIPA). Imipa Merupakan Oragnisasi payung atau Besar dari semua Organisasi yang ada di sulawesi. Menyamaikan bahwa kami tidak akan melakukan tindakan apapun, Kecuali pada saat-saat kejadian itu kita ada sama-sama dan barang bukti yang kami pegang lalu lakukan sesuatu. Tetapi dari awal aparat duluan mengetahui sehingga sepenuhnya kami serahkan kepada pihak kepolisian Negara Republik Indonesia Untuk Proses semuanya. Karena Negara Kita Ini Negara Hukum Jelasnya.

Tambahnya Menas, Bahwa kami sebenarnya Orang Korban tetapi kami menjadi pihak ketiga dan eempat, karena kami mendendapat Informasi perkara yang terjadi ini Menemukan, Mengantar sampai di Rumah Sakit sampai semua Sudah Tahu dulu baru kami tahu dari belangkang oleh Pihak kepolisian. Maka kami tak ada tindakan yang kami lakukan, Kecuali pada saat-saat yang terjadi itulah sehingga Kami Menerima Kenyataan yang Terjadi. Dan Kami sebagai Umat yang percaya kami bersyukur mungkin ini rencana yang Harus terjadi namun secara Manusiawi dan daging kita rasa kesal dan kecewa. Benar dan tidak katakan Penyidik Pertama Katakan bahwa pertama temukan dengan mobil avanza tetapi Silver yang lewat. Dan ternyata sulawesi utara yang pada umumnya sulawesi utara di Kota Damai dan semuanya kita semua basudara ternyata masih bisa di culik maka kita sangat Rasa kesal Ujar M.W Kepada Kapolda Sulut.
Kami sangat Rasa kesal tetapi apa boleh buat, kami tahu dan kami sadari bahwa pertama kami Orang Pendatang, Hidup di Negeri Orang, kami wajib dihargai kepada Tuan dimana mereka memberikan tangan yang terbuka untuk kami bisa menekuni Ilmu di Negeri ini. 
kami sangat Berterima kasih pada umumnya kepada Masyarakat Sulawesi utara tetapi kami sangat mohon kepada masyarakat sulawesi utara dan Kapolda sulawesi utara bagimana caranya supaya kondisi ini kendalikan baik sesuai apa yang diharapkan.

Karena kami tidak inginkan antara kami dan masyarakat sulawesi utara secara keseluruhan dan Ibas yang bisa terjadi maka kami sebagai Mahasiswa tidak inginkan karena masyarakat sulawesi utara yang besar mereka hidup di Tanah di papua Baik Bupati, Wakil Bupati, Polri Anggota Dewan PNS, SKPD, Pengusaha, Melayani di Gereja dan Menjadi Masyarakat biasa.

Kami tahu Hal itu karena satu Orang membuat banyak Orang nyawa Menewaskan, Cara Manusia bisa membuat menjadi Propokator tetapi kembali kepada Firman bahwa Propokator adalah Menewaskan Banyak Orang maka itu kami tidak mau. Tetapi kami Juju, Jujur katakan bahwa selama sulawesi utara kami Orang Papua Kasus, Demi Kasus, Demi kasus yang terjadi itu tidak pernah terungkap. Bahkan kecelakaan, Bahkan Ketabrakan, Bahkan Strom dari Listrik, Bahkan Pembunuhan Tak Manusiawi, Bahkan Penikaman seperti ini tetapi tidak ada menyelesaian.
Maka Pertanyaanya Hukum di Negera ini hanya melindungi Orang lain dan sedang kami orang Papua tidak kah? Baru Keadilannya dimanasebenarnya, Kinerja pihak penyidik itu sejauh mana? Itu pertanyaan buat kami mahasiswa Papua Jelas M.
Teteapi terima kasih pa Kapolda baru pertama kali selama cukup lama saya disulawesi utara ini  dari semester satu hingga semester akhir. Beberapa bulan yang lalu kami bertemu dengan Kapolda lama dan harapan kami bahwa kasus-kasus yang sudah di lewati kapolda yang lama tak terungkap tetapi kapoda yang Baru kinerja yang baru sehingga dapat dibuktikan untuk kasus ini bisa terungkap itu harapan kami.

Kami Ikatan Mahaiswa Indonesia Papua (IMIPA) Kami sangat prihatin melihat kasus yang terjadi. Harapan masyarakat papua pada umumnya dan pada khususnya kami  mahaiswa Papua yang dianau Oleh Organisasi Ikatan Mahasiswa Indonesia Papua (IMIPA) Rasa Prihatin. Maka kami berharap kepada bapak kapolda sebagai Orang yang Beriman, bisa bekerja dengan hati dan dahulu dengan Tuhan itu tidak mustahil. Manusia boleh katakan mustahil tetapi Bagi Tuhan tak ada yang Mustahil.
Kata Kapolda sulut, Memenag Musibah ini tidak kami inginkan dan musibah yang bisa terjadi kepada siapa saja, Kami manusia bisa menolak tetapi ini takdir dan kita tidak tahu kapan Tuhan panggil ya. Tapi memang sebagai kewajiban penyidik polri punya kewajiban untuk mengungkap kasus ini sampai terungkap maka itu mahon dukungan doa dan Bantuan informasi, dan bisa  dalam waktu yang tak terlalu lama terungkap ya. jelas Kapolda.
Tambah Kapolda siapa yang salah kita harus dihukum ya, karena negara kita ini negara Hukum dan tak ada kebal di negara ini, cuman kan ada Proses dan tidak bisa asal tangkap Ujar Kapolda.

Mewakili Orang Tua Mahasiswa Papua disampaikan Oleh Bapak Pdt. Filemon. W, Bahwa Baru pertama kami ini selama saya 35 tahun ada di manado satu-satu kapolda yang yang bisa turun langsung di rumah sakit dan di tempat duka serta di TKP. 
Maka kami mohon kepada Bapak agar masalah ini pelakunya bisa terungkap dan diberikan Hukuman sesuai hukum yang berlaku di negara ini, karena beberapa kali kejadian pelaku belum ditangkap sampai sekarang, Kecuali binatang yang mati boleh kami biarkan begitu saja. Sebab kemarin apa lagi gubernur Papua dan Papua barat turun lalu seesaiakan masalah perdamaian saja sampai saat ini pelaku belum juga di tangkap. Ujarnya. (Suara Pasema).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar