Kamis, 23 Juli 2015

PERNYATAAN FORUM MASYARAKAT JAYAWIJAYA Se-PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA( FMJ – PTP ) UNTUK INSIDEN TOLIKARA

FORUM MASYARAKAT JAYAWIJAYA Se-PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA( FMJ – PTP )

Dengandemikianmaka kami Forum Masyarakat Jayawijaya  Se-Pegunungan Tengah Papua menyatakan sikap yang Tegas bahwa :
  • Kepada semua pihak agar melihat secara jelih kejadian tanggal 17 Juli 2015 dan tidak menilai dan berpendapat serta menganalisa dengan tujuan memecah belah kelompok tertentu. Dan mengiring issue ke konflik antar agama.
  • Menghimbau kepada semua pihak baik Pemerintah, TNI/POLRI dan GIDI agar menjelaskan kejadian secara jujur dan adil yang diawali dari isi surat himbauan dan proses himbauan tersebut kesemua pihak, penembakan kepada masyarakat serta awal pembakaran kios masyarakat. Supaya dalam pemberitaan media agar tidak menjurus issue yang memecah belah kelompok minoritas.
  • Kepada Kepolisian Republik Indonesia agar selain pemeriksaan saksi harus memeriksa juga Kapolres Tolikara dan Jajarannya dalam kasus Tolikara. Karena dari hasil investigasi menilai Kapolres Tolikara dan Jajarannya ada tindakan pembiaran terhadap isi surat pemberitahuan tersebut  yang akan mengganggu Kamtibmas.
  • Kami menegaskan kepada seluruh media Masa, media Elekronik, media Online, yang berbasis nasional untuk tidak memberitakan pemberitaan yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Sebelum membuat pemberitaan harap cek dan konfirmasi kelapangan dan sumber yang sebenarnya, dan tidak membuat berita lebih dulu lalu klarifikasi belakangan, dengan minta wawancara para tokoh yang ada di Jakarta yang tidak paham sama sekali situasi lapangan bahkan situasi papua secara umum di papua. Media gagal memberitakan informasi secara konferhensif, hanya focus pemberitaan pada peristiwa kebakaran mushola, sementara abaikan peristiwa penembakan samapai jatuhnya korban nyawa satu orang meninggal dan 10 lainnya terluka.
  • Negara harus bertanggung Jawab terhadap korban penembakan di Tolikara
Patricio wetipo sebagai aktivis HAM mengungkapkan: sangat menyesalkan tindakan media masa, media elektronik di indonesia yang gagal memahami konteks peristiwa Tolikara secara komperhensif.selama ini semua berita fokus pada peristiwa terbakarnya mushola, dan mengabaikan kronologis yang sebenarnya sampai dengan 1 (satu)orang anak yang akhirnya tewas dan 10 (sepuluh) orang lainnya luka-luka.
Permulaan kasus. Media gencar memunculkan berita yang keruh suasana tanpa akurasi dan konteks yang memadai. Media baik sengaja maupun tidak sengaja, dapat menggiring opini publik untuk menjakini bahwa yang terjadi di kabupaten Tolikara adalah Konflik Agama. Pada hal informasi yang ada tidak cukup untuk menyimpulkan demikian, informasi yang keliru bisa berdampak fatal meluasnya ke daerah lain.
Dalam kasus Tolikara ini juga Patricio mengungkapkan. Negara harus bertanggung jawab, dengan hasail investikasi yang dilakukan ada tindakan sistematis yang dilakukan oleh militer. Maka negara juga harus bertanggung jawab atasa kasaus ini.

Kontak person

  • Yance Itlay. FMJ-PTP) (081248175810)
  • Patricio Wetipo. Aktivis HAM  (081344090822)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar