Selasa, 11 Agustus 2015

Aparat Memaksa Kepada KNPB dan PRD Merauke Pasang Bendera Merah Putih




 Merauke-Ikatanpapua.blogspot.com/- Hari Selasa 11 Agustus 2015 Jam 03.15 sore Waktu West Papua, Gabungan Aparatur Negara IndonesiaTNI, POLRI, BIN, BAIS, dan KOPASUS Dengan Peralatan Senjata Lengkap Datang Memaksa Ketua Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Wilayah Merauke Ibu Pangkrasia Yem dan Pengurus KNPB Wilayah Ha_Anim Untuk Memasang Benderah Merah Putih dan Umbul-Umbul Didepan Kantor PRD dan KNPB Wilayah Ha-Anim.

Paskah situasi ini Ketua Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Wilayah Merauke Ibu Pangkrasia Yem Mengatakan bahwa tindakan Aparatur negara indonesia dalam hal ini TNI, POLRI, BIN, BAIS dan KOPASUS tidak sesuai dengan aturan yg berlaku pada negara indonesia sendiri. Karena tidak ada UU yg mengatakan pada perayaan 17 agustus bendera merah putih Berkibar selama 1 bulan di depan setiap rumah/halaman serta di jalan2. Ibu Pangkrasia Jelaskan bahwa Selama 54 tahun tidak pernah terjada pemaksaan pemasangan bendera merah putih tetapi Tahun 2015 ini khususnya di merauke sangat bedah justru memaksakan Rakyat untuk memasang bendera merah putih khususnya di Kelurahan Kelapa 5 Merauke.

Pangkrasia Menilai tindakan Aparatur negara indonesia ini benar2 menunjukkan sebagai Kolonial dan Memalukan, karena selama ini sebelum dan sesudah ada KNPB dan PRD tidak perna terjadi pemasangan bendera dan umbul2 dijalan bupul kelurahan kelapa 5 disini.

Maka Ketua PRD Merauke simpulkan bhwa Tindakan begini merupakan tindakan kekalahan Pemerintah indonesia yang tidak berhasil Indonesiakan Bangsa West Papua Selama 54 tahun dan telah jelas tergambar bahwa Status Politik Bangsa West Papua Semakin kuat Menuju Hak Penentuan Nasib Sendiri untuk merebut kemerdekaan Papua.
Sementara itu, Ketua 1 Komite Nasional Papua Barat KNPB Wilayah Ha-Anim Tuan Charles Sraun mengatakan tindakan aparatur negara ini merupakan tindakan Pemaksaan karena KNPB tidak minta TNI POLRI untuk datang pasang Bendera Merah Putih Didepan Sekretariat KNPB, lanjut Carles KNPB menilai Indonesia Sudah Kalah Politik untuk mempertahankan West Papua Bagian dari Indonesia dan benderah merah putih dipasang dijalan2 berkibar siang malam jadi KNPB Anggap layang-layang yang tergait lalu ada begitu saja, Jika Merah Putih itu Benar bahwa Bendera Pusaka Indonesia Maka KNPB sayangkan karena Dia ada semacam mainan anak2 di Persimpangan jalanan.
Bazoka, Ketika saya menonton pemasangan bendera di jalanan dan lebih khusus di jalan masuk kantor Parlenen Rakyat Daerah (PRD) Wilayah Merauke dan Sekretariat KNPB Wilayah Ha-Anim oleh Pentolan TNI-POLRI indonesia, Jujur saya merasa sangat sedih, Aneh dan lucuh.

Sedih karena situasi politik Bangsa yg terus berkembang luas di nasional, regional dan internasional maka itu Aparatur negara Kolonial indonesia terpaksa harus buat hal-hal semacam ini. Aneh karena selama 54 tahun Indonesia menunjukkan kegagalannya dan selama kami memperjuangkan papua merdeka anda ada dimana ? 
Aparatur negara perlu ketahui bahwa 17 Agustus 1945 Kamu indonesia punya Proklamasi wilayah teritori itu Dari Sabang Sampai Amboina. Indonesia jangan terlalu cari perhatian dengan bendera merah putihmu di hadapan kami seperti penjual ikan atau kue. Jelasnya Dengan Nada Keras.

Maka dengan tegas KNPB akan Melawan indonesia dengan Sistem dan Mekanisme, maka itu Aparatur Indonesia jangan terlalu pusing dengan Kami. Kami Bangsa Papua Barat Bukan Merah Butih tetapi Kami Bangsa Papua Adalah Bintang Fajar, Bendera Kami Adalah Bendera Bintang Kejora. Tegasnya. 


Nesta Suhuniap yang Merupakan Sekjen KNPB Mengatakan, Negara dan aparatur serta TNI POLRI sudah kehilangan akal untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di papua. Orang papua tidak pernah merasa bahwa mereka bagian dari NKRI. Orang papua tidak pernah merasa bangka menjadi orang indonesia. Karena Selalu ada perbedaan dalam hati nuraninya. Apa yang dilakukan aparat di merauke sangat memalukan. Tuturnya,

NKRI STOP memaksakan rakyat papua untuk mengikuti kehendak jakarta dan indonesia karena orang papua tidak pernah ikut berjuang dengan indonesia, orang papua tidak pernah ikut terlibat dalm sumpah pemuda dan proklamasi 17 agustus 1945. Orang papua memiliki sejarah perjuangan sendiri dan terus berjuang sampai detik ini. Indonesia sebagai negara demokrasi memberikan referendum di papua agar orang papua menentukan nasib masa depan secara bebas. Jelas Nesta. Yoris/Suara Pasema



Tidak ada komentar:

Posting Komentar