Sabtu, 29 Agustus 2015

Seruan Aksi Damai Mendukung PIF Oleh KNPB Konsulat Indonesia 1 September 2015 Dan 7 September 2015



Logo dan Bendera KNPB


"Salam Revolusi",,,

Selama 54 tahun Papua Barat dianeksasikan ke dalam NKRI sejak 1 Mei 1963, Pembunuhan Penindasan pemusnahan Ras melanesia di Papua Barat secara sitematis, masif dan terstruktur dilakukan oleh negara di tanah ini . Rakyat Papua Barat tidak memiliki Ruang Demokrasi untuk menyampaikan pendapat secara bebas atau mengexpresikan keinginannya sesui dengan hati nurani. Hak politik terus dibungkam, hak ekonomi terus curui, hak sumber daya alam dimilikinya terus diexplorsi, hak tanah adat terus dirampas dan hak untuk hidup dibatasi dengan paksa menggunakan alat negara, dengan stikmanisai OPM, GPK Separatis dan KKB. Tidak ada ruang bagi rakyat Papua Barat,untuk hidup secara bebas menikmati kekayaan yang melimpah di tanah ini. Segala bentuk dan siasat kolonial Indonesia untuk menghalangi perjuangan pembebasan West Papua merupakan bagian dari memperkokoh pendudukan kolonial Indonesia dan sebagai wujud dari praktek neo kolonialisme yang sedang berlangsung diatas tanah Papua. Rakyat West Papua harus menolak setiap tawaran kebijakan pembangunan Indonesia di West Papua yang penuh dengan rekayasa, bahwa tidak akan pernah ada keberhasilan pembangunan Indonesia di West Papua selama hak penentuan nasib sendiri belum terlaksana. Sebab, rakyat West Papua memiliki konsep ideologi pembangunan sendiri dalam perspektif West Papua-Melanesia. Oleh sebab itu rakyat West Papua mendesak Pemerintahan Joko Widodo untuk menghentikan kebijakan kolonialisme dan kapitalisme di teritori West Papua. Disisi lain semakin kita ditindas dan dibunuh semakin aju perjuangan kita. Dukungan dan solidaritas masyarakat internasional terhadap perjuangan rakyat papua untuk keluar dari penindasan dan penjajahan kolonialisme Indonesia saat ini menjadi perhatian serius oleh masyarakat internasional. Kesadaran saudara/saudari kita di Melanesia lebih khusus dan secara umum Negara-negara kawasan di pasifik sudah memahami atas pelanggaran HAM di Papua Barat. Hal tersebut telah terbukti dengan ditetapkan Isu West Papua menjadi salah satu agenda dari 4 agenda utama yang akan dibahas dalam forum pasifik Island Forum (PIF) pada tanggal 7-11 September 2015 di Port Moresby PNG. Ada 3 isu west papua yang menjadi Agenda dalam pertemua komite yang disampaikan oleh sekertaris jendral PIF adalah: 1. Masalah pelanggaran HAM di Papua Barat 2. Pembentukan Tim atau Misi pencari fakta ke Papua untuk melihat keadaan yang sesungguhnya 3. Mendorong dan mengangkat ISU Self Determination ( hak Penentuan Nasib Sendiri bagi bangsa Papua Barat Ke Dekolonisasi
Untuk itu Kami Badan Pengurus KNPB Konsulat Indonesia Tengah (Media Rakyat) Mengundang kepada BERSOLIDARITAS KAMI Bapak, Ibu, saudara, saudari, baik Aktivis mahasiswa, Aktivis Papua merdeka, Seluruh Komponen rakyat Papua Barat turut serta ambil bagian dalam Aksi Demo Damai dalam Rangka Mendukung Pembahasan Masalah Papua dalam Forum Konfrensi Tingkat Tinggi KTT- Pasifik Island Forum (PIF) di Port Moresby PNG pada tanggal 7 – 11 September 2015. 
Dan Juga Menuntut Penentuan Nasib Sendiri bagi Bangsa Papua Barat REFRENDUM sekaligus Mengkampanyekan Masalah kami Papua kepada UMAT TUHAN Provinsi Sulawesi Utara untuk Mendoakan Sebagai Ciptaan ALLAH Yang sama di muka Bumi Ini untuk meneruskan masalah kami PAPUA sesuai harapan kami. : Hari/Tanggal : 1 September 2015 dan 7 September 2015 Waktu             : 09.00 Selesai Titik Kumpul  : Asrama Mahasiswa Papua Cenderawasih V Bahu Manado Bentuk Aksi Damai : Pergelaran Seni Dan Budaya   Manado, 29 Agustus 2015 Penanggung jawab aksi damai TTD TTD Kribo Wanimbo HISKIA Meage Kordinator Lapangan Ketua Umum

By : Suara Pasema


Tidak ada komentar:

Posting Komentar